Friday, July 1, 2016

Pekerjaan Paling Asyik di Dunia

"Choose a job you love and you will never have to work a day in your life" - Confucius

Pertengahan Januari 2016

Saat itu saya sedang dalam perjalanan menyetir pulang ketika ponsel saya berdering. Sekitar jam 10 malam. Belum terlalu larut memang, tapi saya sedang malas menghabiskan malam di luar rumah. Nama Hamdi Fabas, seorang big brother from another mother, terpampang pada layar. Panggilan yang menjadikan tahun 2016 menjadi salah satu tahun yang paling membahagiakan bagi saya.

Singkatnya saya ditawari pekerjaan yang tak pernah saya sangka-sangka sebelumnya. Bukan, bukan sebagai anggota DPR, walaupun itu boleh juga. Saya disodori dengan tawaran yang tak mungkin saya tolak: bekerja sebagai penulis untuk menulis semua yang berhubungan dengan dance di sebuah website gaya hidup. Tawaran yang terdengar seperti ajakan bercinta oleh Emma Stone di sebuah malam. Hil yang mustahal untuk saya tolak.

Akhirnya tulisan saya akan terpampang di media beneran, bukan hanya di kertas-kertas binder sebagai hasil membunuh bosan di tengah perkuliahan atau di blog minim klik ini. Akhirnya saya bisa menggunakan "penulis" sebagai jawaban jika ada orang yang bertanya perihal pekerjaan yang saya lakukan. Ditambah lagi saya diminta menulis tentang hal yang saya sukai selama lebih dari satu dekade. Brengsek betul kan kabar baiknya.


1 Juli 2016

Saat ini saya memasuki bulan keenam bekerja sebagai penulis di website qubicle.id untuk qube Dancetraction. Yang bisa saya lakukan saat ini adalah bersyukur atas pekerjaan yang sejauh ini sangat menyenangkan. Saya bisa bekerja dari rumah, tanpa mandi pun tak masalah bahkan saya bisa saja bekerja sambil menghisap rumput Jamaika seandainya saya ingin - dan siap diusir dari rumah jika ketahuan oleh ibu saya.

Setelah kurang lebih setengah tahun menulis hal yang paling menyenangkan, selain bayarannya tentu saja, adalah pekerjaan ini selalu menuntut saya untuk belajar lagi. Mencari informasi dan bertanya sana sini untuk dijadikan bahan tulisan. Mempelajari semua tentang skena dansa dansi secara lebih mendetail; sejarah, perkembangan dan hal-hal menarik dari semua genre. Saya seperti kembali ke masa awal saya menari, dimana saya sangat banyak mencari tahu tentang tarian yang saya lakukan. Bertanya kepada semua orang-orang yang saya temui tentang dance, mulai dari yang technical hingga perihal filosofis dan historis.

Hal menyenangkan lainnya adalah kesempatan yang saya dapat untuk bertemu dan berkenalan dengan orang-orang hebat dari skena dansa-dansi; mulai dari penari lokal yang namanya sudah saya dengar sejak lama namun belum sempat berkenalan hingga penari kelas dunia yang saya idolakan sejak lama. Norak? Biar saja. Ini juga serupa dengan saya yang sepuluh tahun lalu, ketika saya sedang giat-giatnya mencari teman di berbagai kota di Indonesia, dengan cara mendatangi mereka ke kotanya tentu saja, bukan dengan mengirimkan friend request di Facebook.


Well, lewat tulisan ini saya hanya ingin mewujudkan rasa syukur terhadap pekerjaan menyenangkan ini dalam bentuk aksara. Juga untuk menghaturkan terima kasih sebesarnya untuk kawan baik sekaligus idola saya Hamdi Fabas dan rekan kerja sekaligus kakak saya di Tim Hore Dancetraction Christi Vany untuk kepercayaannya selama ini. Juga semua yang membantu saya dalam proses menulis. Yang tak kalah penting juga semua orang yang sudah membaca tulisan-tulisan saya, karena tanpa kalian besar kemungkinan kontrak saya tidak diperpanjang lagi.

Salam.




No comments:

Post a Comment