Monday, December 23, 2013

Battle Of The Yeah

Battle Of The Year (BOTY). Film yang paling dinantikan oleh bboy dan bgirl di seluruh penjuru planet bumi di tahun 2013. Bukan hanya karena judulnya yang mentereng, tapi juga faktor para bboy yang terlibat sebagai pemeran di dalamnya, melihat Casper, Kid David, Luigi, Abstrak, Do Knock, Flipz dalam satu film seperti menonton Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, David Beckham, Zinedine Zidane, Paolo Maldini dan Peter Schmeichel bermain dalam satu kesebelasan.
(Catatan: bila anda bboy/bgirl dan tidak tahu apa itu dari mana judul Battle Of The Year diambil, silahkan tinggalkan laman ini, beralih ke Google, cari tahu apa itu Battle Of The Year. Setelah memastikan bahwa anda paham baru kembali lagi ke postingan ini)

Kurang lebih sebulan setelah rilis di Indonesia (dan tanpa saya tahu sempat diputar di 21 Solo Grand Mall), saya menonton film BOTY. Saya mulai menonton dengan ekspektasi setinggi mercusuar dan Benson Lee dengan sukses merobohkan mercusuar itu, seakan belum puas, reruntuhannya kemudian dikubur dalam tanah. Berikut momen-momen keruntuhan itu:

Pertanyaan terbesar saya ketika pertama menyimak promo film BOTY dulu adalah: 'Ngapain itu si Chris Brown ikut main?', dan pertanyaan itu dengan mudah saya jawab sendiri beberapa detik kemudian 'Ah, buat menarik perhatian penonton umum'. I know you guys did what i did too. Dari sini alur ceritanya seperti mudah ditebak: crewnya Chris Brown mencapai final, di final Chris Brown menjadi juru selamat pembawa kemenangan and they live happily ever after. Happy ending.
Tapi rupanya Benson Lee tidak membiarkan penonton menebak semudah itu. Tampaknya dia ingin membuat ending ceritanya menjadi tak terduga. Dan dia berhasil! Jujur saja, saya tidak menduga endingnya akan menjadi seaneh, jika 'sejelek' dianggap terlalu kasar, itu: Rooster (Chris Brown) cidera dan timnya kalah di final. Mungkin Mr.Lee ingin menyentuh sisi manusiawi penonton dengan kekeluargaan yang akhirnya terbangun dalam The Dream Team, tapi sayangnya menurut saya gagal. Dari segi drama You Got Served masih menang telak bila kita mau membandingkan.

Dari perspektif bboy ada hal-hal yang mengganjal buat saya.
Pertama, yang paling janggal adalah adegan ketika Dream Team nervous melawan Korea di final. Aneh rasanya melihat Casper, Kid David, Luigi, Abstrak (Yes, Abstrak!) grogi menghadapi Korea di battle, lebih tepatnya aneh rasanya melihat nama-nama di atas grogi menghadapi siapapun di battle.
Kedua: too much flips.
Ketiga: too much flips.
Sebagai bboy, yang paling menghibur buat saya justru routine-routine maut milik Top9 di scene exhibition battle.

Dibalik kekecewaan beruntun ada satu pelajaran yang saya ambil serampung menonton BOTY, bahwa momen rekaan rasanya sulit untuk menandingi sensasi momen sesungguhnya. Dengan gerakan yang ditata dan berbagai angle kamera dalam film tidak akan bisa menandingi momen sesungguhnya ketika bboy/bgirl menari: the music, the energy, the vibe, everything.

Hal itu tentu saja tidak merubah penilaian saya terhadap film BOTY. Saya masih tetap yakin jika ada kompetisi jelek-jelekan film, BOTY pasti membuat minder para pembuat film horor mesum Indonesia.

2 comments:

  1. Nailed it! :D
    Tapi mungkin juga alasan Casper, Kid David, Abstract, mau main film ini coz mereka ingin mengenalkan bboying secara global. (Kalo liat "hardcore"nya Casper sih pasti ada alasan kuat kenapa dia mau main film ini. Sampai2 KMel bersedia muncul meski cuman sebagai cameo).
    Mungkin hanya langkah awal, moga aja ke depannya bakal ada film yg lebih greget lg ttg breaking.

    ReplyDelete
  2. Munculnya KMel itu juga gak ngerti sih poinnya apa :|

    ReplyDelete